News

Singapura dan China Perdalam Kerja Sama di Bidang Transisi Hijau hingga AI

Singapura (KABARIN) - Menteri Pembangunan Nasional Singapura, Chee Hong Tat, mengatakan bahwa Singapura dan China dapat memperdalam kerja sama dalam bidang transisi hijau, kecerdasan buatan (AI), dan dukungan untuk populasi lanjut usia.

Saat berbicara dalam Forum Singapura-China (Singapore-China Forum) 2026, Senin, Chee mengatakan bahwa China telah memantapkan diri sebagai pemimpin global dalam sektor energi terbarukan dan teknologi energi bersih.

Dia menambahkan bahwa kemampuan China di bidang tenaga surya, tenaga angin, dan sistem penyimpanan energi berbasis baterai dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi upaya regional untuk memperkuat ketahanan energi dan mendorong dekarbonisasi.

"Ada banyak hal yang dapat kami pelajari dari pengalaman China dalam menerapkan dan mengembangkan solusi energi bersih, sebagaimana Singapura juga dapat membagikan keahlian kami dalam perencanaan kota berkelanjutan dan pembangunan terintegrasi. Bersama-sama, saya yakin kami dapat mengembangkan solusi praktis yang tidak hanya mendukung ambisi iklim kami sendiri, tetapi juga berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan bagi negara-negara lain di kawasan ini," ujarnya.

China juga merupakan pemimpin dunia di bidang AI, robotika, dan manufaktur cerdas. Pengalaman China dalam menerapkan teknologi-teknologi ini dalam skala besar di berbagai sektor seperti konstruksi, logistik, infrastruktur perkotaan, dan sektor lainnya memberikan wawasan berharga tentang bagaimana inovasi dapat meningkatkan produktivitas, kata Chee.

"Melalui pertukaran yang lebih mendalam antara pemerintah, industri, dan akademisi, Singapura dan China dapat mewujudkan ide-ide inovatif menjadi solusi praktis sekaligus memastikan bahwa kemajuan teknologi tetap berlandaskan pada peningkatan kualitas hidup dan perluasan kesempatan bagi masyarakat kita," ujarnya.

Chee mengatakan bahwa Singapura dan China menghadapi tantangan serupa akibat populasi yang menua, mengutip pengalaman Singapura dalam perumahan ramah lansia dan peningkatan kawasan permukiman, serta upaya China dalam mengembangkan sistem perawatan warga lansia berbasis gotong royong (mutual-aid).

"Ada banyak potensi bagi Singapura dan China untuk saling bertukar pengalaman dan saling belajar dalam bidang ini, terutama mengenai bagaimana kami merancang lingkungan fisik untuk mendukung umur panjang, bagaimana kami memanfaatkan teknologi guna mendukung kehidupan mandiri, serta bagaimana kami membangun ikatan komunitas dan infrastruktur sosial agar para lansia dapat menua dengan baik," ungkapnya.

Diluncurkan pada 2017, Forum Singapura-China itu digelar oleh surat kabar harian berbahasa Mandarin Singapura, Lianhe Zaobao. Forum tersebut mempertemukan para pemimpin politik, bisnis, dan akademisi dari Singapura dan China untuk membahas isu-isu yang menjadi kepentingan bersama. Forum itu telah diselenggarakan di Singapura dan beberapa kota besar di China.

Pewarta: Xinhua
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: